Suwanrua
Musim tanam sudah tiba tetapi air sungai tidak naik, jadi Pimchanok membawa perahu balap emasnya ke hulu untuk menjemput banjir.
Satu sungai, tujuh wilayah
Kerajaan Maenam Thong hidup dari satu sungai cokelat keemasan yang biasanya melebar jadi danau setiap musim hujan. Tahun ini airnya tertahan di hulu, sawah mulai menguning sebelum waktunya, dan kamu berlayar melawan arus dari muara sampai bendungan sambil singgah di tujuh wilayah yang sama-sama menunggu air.

Pak Nam Thong
Muara berpasir tempat sungai bertemu laut, juga garis start balap perahu yang biasa dimenangkan Suwanrua.

Talat Nam Rim
Pasar terapung yang menjual apa saja dari perahu ke perahu, termasuk rakit pertama untuk Suwanrua.

Thung Khiao
Sawah paling luas di negeri ini mulai retak di pinggir karena banjir yang ditunggu tidak juga datang.

Ban Sao Sung
Rumah panggungnya setinggi tiga orang dewasa, dibangun untuk banjir yang tahun ini tidak muncul.

Bueng Pla Daeng
Danau kebun terapung yang kini tinggal separuh, tempat Daoruang pertama kali bertemu Malai.

Kaeng Hin Lom
Jeram batu di antara tebing hutan, tempat setiap ketukan dayung harus pas.

Pha Khuean
Bendungan Pangeran Narit menutup celah pegunungan.
Lima awak, satu perahu
Dulu Suwanrua hanya keluar saat balap. Sekarang perahu ini jadi rumah bagi lima orang dan seekor berang-berang yang menolak ditinggal di dermaga, lengkap dengan dapur berasap di buritan dan kemudi yang tidak pernah dilepas Pimchanok, bahkan saat hujan paling deras.






Khun Prasert
Bekas penjaga bendunganIa menjaga pintu air Narit bertahun-tahun sebelum memilih pindah perahu. Prasert hafal letak setiap tuas di bendungan itu dan tahu mana yang macet kalau hujan.
Somchai
Penabuh gendangSomchai memegang tempo para pendayung. Kalau gendangnya berhenti, perahu ikut melambat dan semua orang menoleh ke arahnya.
Pimchanok Rattanakorn
NakhodaIa nakhoda termuda yang pernah memegang kemudi Suwanrua sekaligus orang pertama yang membawanya keluar dari lintasan balap. Pimchanok lebih percaya arus daripada peta.
Lek
Juru masakLek memasak untuk semua orang dan bertarung dengan sendok sayur kuningan sebesar dayung kecil. Supnya memulihkan seluruh party di antara pertempuran dan resep barunya terbuka setiap kali rakit dapur menerima bahan dari wilayah berikutnya.
Daoruang
Penjinak berang-berangGadis danau ini lebih sering bicara dengan berang-berang daripada dengan orang dewasa. Malai ikut ke mana pun ia pergi, terutama kalau ada ikan.
Main sepanjang sungai
Suwanrua rilis tahun 2027 di Nintendo Switch 2, PS5, dan PC, jadi masukkan ke wishlist di platform yang kamu mainkan supaya kabar tanggal rilisnya langsung sampai begitu diumumkan.

Dayung tepat, giliran bertambah
Pertarungan di Suwanrua berjalan giliran demi giliran, dengan satu kebiasaan dari lintasan balap yang ikut terbawa. Lewat Rhythm Oar, kamu menekan tombol tepat ketika gendang Somchai berbunyi, lalu perahu mendapat giliran tambahan sebelum lawan sempat bergerak, entah lawan itu perahu patroli bendungan, kepiting lumpur, atau lele sebesar rumah.
Meleset sedikit masih dihitung. Meleset jauh membuat para pendayung kehilangan tempo sampai giliran berikutnya, sehingga musuh sempat menyerang dua kali berturut-turut. Ketukan bisa diperlambat atau dibuat otomatis lewat menu aksesibilitas.



Pangeran Narit menahan air
Di hulu, Pangeran Narit membangun bendungan batu dan menutup semua pintu airnya. Sawah di hilir menunggu banjir yang tidak kunjung datang. Narit punya alasan sendiri untuk menahan air selama ini, dan kamu akan mendengarnya langsung darinya di atas tembok itu ketika seluruh awak Suwanrua sudah sampai di ujung sungai.
Di babak akhir air akhirnya dilepas, lalu peta sungai ikut berubah. Desa yang kering basah lagi dan jalur baru terbuka di antara sawah, sehingga wilayah yang sudah kamu lewati terasa berbeda ketika Suwanrua berlayar pulang ke muara.